Rabu, 22 Oktober 2014

GAYA HIDUP KONSUMEN

Makalah
Prilaku konsumen
(Gaya hidup)






NAMA      : RIFY FADLIN ANTHONY
NPM          : 16212366
MATKUL : PERILAKU KONSUMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA








Kata pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah Swt atas berkat dan rahmatnya saya dapat meyelesaikan makalah ini dengan membahas tentang  Gaya Hidup dikalangan masyarakat pada zaman .Makalah ini disusun guna untuk memenuhi tugas dari pengajar matakuliah prilaku konsumen.
Dalam penyusunan maklah ini saya merasa masih banyak kekurangan –kekurangan pada pada tekhnis penulisan maupun materi, mengingat kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat  saya harapkan demi peyempurnaan penyusunan makalah ini.

Akhirnya penyusun berharap semoga Allah swt memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang memberikan bantuan dalam penyempurnaan makalah ini  dan dapat dijadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. Aminnn








DAFTAR ISI

Kata pengantar            ............................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1  latar belakang masalah
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Budaya asing di Indonesia                         .....................................................
2.2dampak negatif budaya asing bagi remaja ....................................................
2.3 Pendapat para masyarakat tentang budaya asing             ..........................................
            BAB III PENUTUP
                        3.1 Kesimpulan           .......................................................................................
                        3.2 Daftar Pustaka      .......................................................................................



                                                           BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang masalah
Seiring dengan masuknya era globalisasi saat ini, turut mengiringi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Di zaman yang serba canggih ini, perkembangan kemutahiran tekhnologi tidak dibarengi dengan budaya-budaya asing positif yang masuk. Budaya asing masuk ke negeri kita secara bebas tanpa ada filterisasi. Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan inovasi-inovasi yang hadir dalam kehidupannya, tetapi mereka belum bisa memilah mana yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan mana yang tidak sesuai dengan aturan serta norma yang berlaku di negara Republik Indonesia.

Negara Indonesia mempunyai norma-norma yang harus dipatuhi oleh masyarakatnya, norma tersebut meliputi norma agama, norma hukum, norma sosial, norma kesopanan. Setiap butir norma memiliki peranan masing-masing dalam mengatur hidup manusia. Norma merupakan suatu ketetapan yang ditetapkan oleh manusia dan wajib dipatuhi oleh masyarakat dan memiliki manfaat positif bagi kelangsungan hidup khalayak. Setiap peraturan yang telah ditetapkan pasti ada sanksi bagi yang melanggar, hal itu serupa dengan norma, apapun jenis norma ada di Indonesia, pasti ada sanksi bagi yang melanggarnya.

Pada umumnya masyarakat Indonesia sekarang seakan tidak menghiraukan lagi norma-norma yang ditetapkan. Terbukti dengan banyaknya penyimpangan prilaku yang dilakukan oleh banyak orang, seperti perbuatan korupsi, mencuri, menistakan agama, dan sebagainya. Kasus-kasus seperti itu menandakan bobroknya mental bangsa ini. Sehingga generasi muda yang mendatang bisa diperkirakan dapat lebih buruk dari masa sekarang jika mental mundur tersebut masih ditularkan pada kaum remaja saat ini.

Hal tersebut sudah mulai terjadi sekarang, kenyataan yang terjadi saat ini banyak remaja yang melakukan penyimpangan-penyimpangan yang sudah tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia. Mereka tidak menghiraukan lagi norma-norma yang ada. Kemudahan mengakses budaya asing serta kemudahan masuknya budaya asing tanpa ada filterisasi membuat usia muda rawan tergoda dengan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya. Seperti banyaknya blue film yang masuk ke Indonesia, permasalahan ini sangat berdampak negZatif


BAB II
PEMBAHASAN
2.1  BUDAYA ASING DI INDONESIA
Bangsa Indonesia dalam mengikuti arus globalisasi terkadang dapat melunturkan jati diri bangsa yang begitu kental dengan kesopanan dan budaya timur. Dimata dunia Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung adab ketimuran yang sangat baik. Tapi bangsa Indonesia tidak menutup diri bagi budaya asing yang ingin masuk ke Indonesia tanpa melunturkan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia. Karena terkadang globalisasi dapat menjadikan bangsa semakin kreatif tanpa meninggalkan adab bangsanya.
Kebudayaan asing yang masuk akibat era globalisasi (perluasan cara-cara sosial antar benua), ke Indonedia turut mengubah perilaku dan kebudayaan Indonesia, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidak mampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke barat-baratan (westernisasi).
Hal tersebut terlihat dengan seringnya orang-orang terutama remaja Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya, dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk pelanggaran asusila dan lain sebagainya. Ini merupakan ketidak mampuan masyarakat Indonesia dalam beradaptasi dan menyeleksi pengaruh asing sehingga masih bersikap ‘latah’ terhadap kebudayaan asing.
Yang menjadi sebuah persoalan ialah para remaja kita tidak melakukan filterisasi terhadap hal-hal asing yang mereka ketahui, akan tetapi tanpa berpikir panjang mereka langsung menjiplak dan menerapkan nila-nilai kebudayaan asing yang masuk tersebut kedalam kehidupan sehari-hari mereka, seperti minum - minuman keras, seks bebas, pemakaian obat-obatan terlarang dan hal-hal negative lainnya.  Dan yang lebih anehnya, budaya tersebut telah diikuti oleh sebagian remaja Indonesia. Fakta telah menunjukkan bahwa dalam satu decade ini sedikitnya Jutaan remaja kita telah menjadi korban perusahaan nikotin-rokok. Selain itu Lebih dari 2 juta remaja Indonesia ketagihan Narkoba (BNN 2004) dan lebih 8000 remaja terdiagnosis pengidap AIDS (Depkes 2008). Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Data-data yang lain juga menyebutkan bahwal lebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita. Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan dari remaja bahwa:
a.       Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
b.      Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan.
c.       Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.
d.      Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja   perempuan.
e.       Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno.
Di indonesia norma kesopanan hampir tak dikenal karna banyaknya budaya asing yang masuk ke indonesia. Tidak semua budaya asing membawa dampak positif bagi generasi muda saat ini,untuk itu kita sebagai generasi muda harus dapat memilah-milah budaya asing yang masuk ke indonesia. Dalam menyikapi kebudayaan yang masuk kita harus berupaya menanggulanginya agar jati diri kita sebagai anak bangsa tidak rusak.


2.2  Dampak negatif budaya asing bagi remaja
Dampak negatif dari masuk nya budaya asing ke Indonesia apat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah. Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.

1.      masuknya budaya asing yg lebih mudah diserap dan ditiru oleh masyarakat baik tua maupun muda, dan parahnya biasanya meniru perilaku yang buruk
2.      adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dgn kebudayaan dr luar, bisa juga karna memang tidak ada generasi penerus yg melestarikan budaya tsb.
3.      Bebasnya setiap orang mengakses ataupun menggunakan teknologi, maka dengan mudah juga terjadi penyalahgunaan fungsi dari teknologi tersebut
4.      Teknologi yang tidak akan ada habisnya, akan membuat para penggunanya tidak pernah puas sehingga perlu biaya untuk selalu mengupdate teknologi yang mereka miliki ataupun penggunaan teknologi komunikasi yang makin meluas hal ini akan berakibat terhadap pemborosan biaya
5.      Pengalihan kinerja manusia ke mesin tentu makin menyebabkan polusi udara sehingga memperparah pemanasan global
6.      menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain. Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dgn gotong royong.
Contohnya:
jika dalam penggunaan teknologi tidak dapat digunakan dengan benar dan sebaik-baiknya maka  tentunya akan menjadi sangat berbahaya bahkan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai contoh yaitu, penipuan, perjudian, kejahatan dunia maya dan lain sebagainya. Oleh karena itu kita sebagai manusia haruslah selektif dalam memilih hal yang baik dan jangan merugikan diri sendiri serta orang lain.
2.3
Positip dan negatip !!!!! 

Setiap kelompok masyarakat atau bangsa mempunyai budaya sendiri sendiri. Setiap budaya satu bangsa akan mempunyai sisi baik dan buruk sehingga sangat naif kalau kita mengklaim mempunyai budaya yang luhur.atau memberi stigma bahwa budaya barat itu jelek, berbahaya, negatip harus diwaspadai, dsb. 

Contoh sisi negatip budaya kita : 
- penganut aliran jam karet, 
- budaya korupsi 
- tidak mempunyai budaya malu 
- tidak mau mengaku bersalah tapi mencari kambing hitam. 
- SELALU BERPRASANGA NEGATIP TERHADAP BUDAYA BARAT. 

Contoh sisi positip budaya barat : 
- menghargai waktu dan tepat waktu, 
- berlaku disiplin, 
- budaya antri, 
- budaya bersih, 
- budaya sadar lingkungan, 
- statistics minded, dsb 

Proses akulturasi atau "rembesan budaya" sedang terjadi dan akan terus berjalan. 
Marilah kita terima proses ini dengan berpikir positip dengan harapan masyarakat dapat menyerap unsur budaya positip mereka dapat memperbaiki unsur budaya kita yang negatip. 
Memang kita perlu cemas dengan rembesan budaya yang negatip. Disini perlu kita persiapkan filter filter yang efektip yaitu moral agama.





BAB III
PENUTUP

3.1Penutup

Untuk mengatasi pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan karena adanya peradaban global dapat memperkuat jati diri bangsa (identitas nasional) dan memantapkan budaya nasional. Memperkokoh ketahanan nasional sehingga mampu menangkal penetrasi budaya asing yang bernilai negatif dan memfasilitasi adopsi budaya asing yang produktif dan bernilai positif.Pembangunan moral bangsa yang mengedepankan nilai-nilai yang positif seperti kemandirian, amanah, kedisiplinan, kejujuran, etos kerja, gotong royong, toleransi, tanggung jawab dan rasa malu. Dengan aktualisasi nilai moral dan agama ,transformasi budaya melalui adaptasi dan adopsi nilai-nilai budaya asing yang positif guna memperkaya budaya bangsa, revitalisai dan reaktualisasi budaya-budaya lokal yang bernilai luhur.

3.2 Daftar ISI



Sabtu, 28 Juni 2014

politik strategi nasional pemilihan 2014

Kata pengantar
Puji syukur saya panjatkan atas kehadhirat  Allah SWT , karena atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu dan yang berjudul “politik strategi nasional pada pemilihan 2014 “ makalah ini berisikan tentang  visi misi capres sesuai bidang masing-masing. upaya meningkatkan ketahanan nasional  . makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang bangsa indonesia  dalam meningkatkan ketahanan nasional. Saya menyadari bahwa makalah yang saya buat ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak dan pembaca  dapat membantu dalam penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala pekerjaan kita. Amin.
Depok  29  juni 2014
    
        penyusun

Bab 1
Pendahuluan
1.1           latar belakang
Pemilu adalah pengejewantahan sistem demokrasi, melalui pemilihan umum rakyat memilih wakilnya untuk duduk dalam parlemen, dan dalam struktur pemerintahan. Ada negara yang menyelenggarakan pemilihan umum hanya apabila memilih wakil rakyat duduk dalam parlemen, akan tetapi adapula negara yang juga menyelenggarakan pemilihan umum untuk memilih para pejabat tinggi negara. Di tengah masyarakat, istilah "pemilu" lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan umum di Indonesia menganut asas "LUBER" yang merupakan
singkatan dari "Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia". Asal "Luber" sudah ada sejak zaman Orde Baru. Kemudian di era reformasi berkembang pula asas "JURDIL" yang merupakan singkatan dari "Jujur dan Adil".
Sedangkan untuk kesuksesan dalam Pemilu yang akan datang, pendidikan politik harus lebih di sosialisakan karena, untuk saat ini masyarakat masih memikirkan keterpopoleran calon dari pada kemampuannya. Dan masyarakat nantinya tidak mau lagi menerima praktik money politk.  Disini kita tidak hanya mengharapkan dari pihak KPU saja yang memberikan pendidikan politik tetapi bagaimana peran masyarakat umum yang mengetahui untuk membantu dalam hal ini, begitupun mahasiswa, mahasiswa yang dikenal sebagai kaum intelektual maka disini mahasiswa harus selalu membantu mengawasi dan memberikan pendidikan politik tersebut.

Diharapkan kepada parpol-parpol untuk mengirim kader-kader terbaik mereka untuk di calonkan menjadi capres, parpol-parpol tidak hanya mengirimkan orang-orang yang  dilihat dari tinggkat kekayaan dan keterpolaritasannya saja namun juga kader-kader yang berkualitas. Berkualitas disini bagaimana seorang ini juga memiliki pengetahuan yang luas dan jelas dalam bidang ekonomi, politik dan pemerintahan.

1.2           Rumusan Masalah

1.      bagaimanakah cara warga indonesia bisa memilih pemimpin yang benar?
2.      Apakah calon presiden akan membuktikan kebenarannya dalam visi misi mereka?
3.      Masalah apa saja yang sering dihadapi dalam pemilihan umum diindonesia?


1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan baru tentang Politik dan Strategi Nasional  Bangsa Indonesia dan meningkatkan rasa kepedulian pembaca untuk ikut serta dalam membentuk Strategi dan Politik Nasional yang tepat untuk  Bangsa Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian
Dengan membaca makalah ini, penulis berharap agar pembaca sekalian bisa lebih memahami tentang strategi dan politik nasional bangsa Indonesia dan dapat mendapat wawasan yang lebih luas mengenai politik dan strategi nasional dan dapat menggunakan wawasan tersebut untuk menentukan pilihan yang tepat pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang.

BAB II
PEMBAHASAN
11.bagaimanakah cara warga indonesia bisa memilih pemimpin     yang benar

Pemilu 2014 adalah anti klimak dari akumulasi permasalahan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Luar jawa yang dulu boleh dikata sedikit nurut, kini sudah semakin kritis dalam menyikapi kebijakan yang di anggap menyimpang lalu berani melawan. Budayawan yang dulu sangat berbudaya dalam menyampaikan aspirasinya sekarang sudah terkontaminasi oleh berita media dan berani tampil menggugat lewat argument politiknya hingga terkesan hilang nilai kebudayaannya. Juga pengusaha-pengusaha yang sukses pingin mencicipi pil politik dengan cara mendukung atau memajukan dirinya sendiri sebagai publik politik. Karena merasa didukung akses luar, punya investasi dan pendukung pragmatis.
Lautan buruh juga tak kalah menakutkan apabila nanti kebijakkan kesejahteraan juga tak berpihak pada dirinya. Ormas-ormas yang berhaluan agama saat ini memang lagi diam, tapi deru nafas mereka nanti akan meraung-meraung lagi dengan menampilkan adegan yang anarkis. Inilah yang kita harapkan, tiada lain rakyat Indonesia perlu tokoh yang bisa meredam permasalahan dengan keadilan, meredam kesenjangan dengan kesejateraan juga meredam perbedaan budaya ras dan agama dengan porsi yang sebenarnya. Namun saat ini kita hanya dipertontonkan oleh pemain-pemain politik yang tetap mengutamakan kepentingan partai atau golongan dan yang lebih parah lagi mereka ini harus membayar hutang pada Bandar hingga kepentingan bangsa ini di kesampingkan.
Kembali ke pemilu 2014, semoga kita menemukan tokoh negarawan dan bersatu kembali untuk kkeselamatan serta keutuhan bangsa Indonesia tercinta.
Jangan pernah sekali-kali berpikiran untuk Golput (golongan putih) atau tidak memilih. Ingat, satu suara kita menentukan bangsa dan daerah selama lima tahun yang akan datang. “Jadilah bangsa yang cerdas, pintar, dan berbudaya


22.  Apakah calon presiden akan membuktikan kebenarannya dalam visi misi mereka
Sebagai rakyat biasa yang kurang begitu mengerti tentang keadaan politik sering di buatbingung. Banyak wajah yang diusung kurang familiar di mata kami. Untuk memenuhi kebutuhansehari-hari saja sulit apalagi memikirkan siapa capres pemilu besok. Mereka ini adalah sasaranempuk dalam meraih suara sebanyak-banyaknya. Seperti ungkapan habis manis sepahdibuang. Cukup dengan janji mengatasnamakan rakyat kecil, memberi sumbangan sembako,layanan kesehatan gratis serta membagi-bagikan uang sudah cukup mengambil hati danmerubah citra mereka di depan rakyat.Kita tidak butuh aksi penuh kemunafikan tersebut. Dalam pidatonya bukannya memberikan solusi untuk negara ini malah memprovokasi massanya, tidak jarang menyindir lawan politiknya padahal dirinya sama saja, itu terjadi di kedua kubu baik pemerintahan sekarang maupun oposisi. Bila ada salah satu anggota bahkan ketuanya berbuat salah sekalipun akan dibelah abis-habisan demi nama baik kelompoknya. Kita harus kritis dalam memilih presiden. Presiden gunakan media informasi untuk menyampaikan keinginan kita. Hati-hati cara ini bagai pisau bermata dua, sebab banyak pihak akan memanfaatkannya demi keuntungan pribadi. Berikut kriteria ideal presiden kita

1.      Berketuhanan Beragama belum tentu berketuhanan.Orang yang berketuhanan mampu mengontrol tindak-tanduk, cara berbicara, cara berpikir dan mengamalkan semua ajaranNya. Membawa kedamaian dan cinta kasih bagi sesama. Tuhan hanya mengajarkan kebaikan. Kedekatannya dengan Tuhan memberi keseimbangan antara jiwa dan raga. Semua pekerjaan dilakukan penuh integritas.

2.      Dapat dipercaya Ucapan selaras dengan tindakan Janji tidak hanya sekedar janji tapi disertai bukti. Bukti berupa visi misi yang tertuang dalam bentuk progam-progam terencana lengkap untuk diaplikasikan serta transparan dalam pelaksanaanya.

3.       Menginspirasi Bekerja keras, disiplin tinggi dan pantang menyerah meraih tujuan. Membuktikan pada rakyat dia pantas menduduki jabatan ini. Presiden dan seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakat mensinkronkan mimpi mereka serta bersatu padu dalam mewujudkannya. Jika kita bangsa Indonesia mempunyai mimpi yang sama, rintangan apapun tidak akan menjadi persoalan. Presiden juga senantiasa memotivasi pada semua untuk mengerahkan kemampuan terbaik dalam bidang apapun yang ditekuni.

4.       Cermat Punya kemampuan memilih The right man for the right place. Menteri sebagai pembantu presiden harus kompeten pada tugasnya msing-masing. Hal ini butuh kejelian presiden saat memilihnya. Memahami pola sebab akibat pada keputusan yang diambi karena menyangkut kepentingn luas. Semua informasi yang diterima dicek terlebih dahulu kalau perlu dilakukan investigasi mendalam. Mendengar dari semua sisi. Selalu bersikap awas.
4.

5.       Berwawasan luas Diperlukan pemahaman khusus untuk mengerti topik yang terus berkembang. Hal ini menghindari dirinya dimanipulasi oleh suatu pihak atau mencegah masuk perangkap lawan. Pentingnya berpikir outside of the box.

6.       Berpikir terbuka Tidak kaku menerima pendapat orang lain. Selain ide lebih bervariatif, semua orang jadi merasa ikut ambil bagian dalam membuat keputusan dan mempererat tali persaudaraan.

7.      Merakyat Terjun langsung dan berinteraksi dengan rakyat. Melihat dengan mata kepala sendiri kondisi nyata di lapangan. Mendengar aspirasi mereka. Tidak merasa superior karena apalah arti presiden jika tidak mendapat dukungan dari rakyat. Merasa senasib dan sepenanggungan dengan mereka, susah senang di angkat bersama-sama.

8.       Rasa nasionalisme Budaya adalah identitas bangsa di mata dunia maka wajib dilestarikan. Setiap daerah diberi kewenangan mengembangkan budayanya sendiri. Berbahasa Indonesia yang baik dan benar karena itu adalah bahasa persatuan. Menanamkan rasa cinta dan bangga pada tanah air Indonesia pada dirinya sendiri dan semua rakyat.

9.      Mempunyai landasan Landasan negara kita adalah UUD 1945 dan Pancasila. Ideologi tersebut yang digunakan untuk memimpin negara ini. Tanpa landasan, presiden akan mudah disusupi oleh ideologi luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

10.   Adil Indonesia merupakan negara hukum. Siapa melanggar harus ditindak tegas tidak peduli dia dari golongan mana. Tidak pernah mengistimewakan pihak tertentu yang akan menimbulkan kecemburuan. Pelaksanaan seimbang antara hak dan kewajiban. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Contohnya, pembangunan jangan hanya di kota-kota besar saja tapi seluruh wilayah Indonesia sehingga tidak terjadi penumpukan kepadatan. Hal ini berlaku juga untuk aliran dana.
10.


  3.  Masalah apa saja yang sering dihadapi dalam pemilihan umum diindonesia

1. Politik Uang
Ini bisa berupa serangan fajar, kunjungan malam hari atau dibayar setelah mencoblos di TPS. Sebaiknya bila Anda mendapat iming-iming uang ditolak saja. Bila nanti ada yang melaporkan, maka baik pemberi maupun penerima bisa kena sanksi hukum. Sebaliknya juga ketika Anda melihat praktek politik uang, laporkan ke Panwaslu di TPS/Kelurahan. Kalau Anda suka mengutuk anggota DPR, pejabat pemerintahan yang korupsi di televisi, maka jangan ikut-ikutan seperti mereka.



2. Tidak Terima Surat Undangan
Kalau Anda punya KTP dan belum mendapat surat undangan atau kartu pemilih, silakan datang saja ke TPS terdekat. Anda bisa cek dimana TPS nama Anda. Bila Anda sudah terdaftar sebagai pemilih, tetapi tidak menerima kartu pemilih, tetap berhak memilih di TPS dengan membawa KTP. Praktek menahan atau tidak mengirimkan  surat undangan/kartu pemilih pada orang-orang yang diindentifikasi lawan politik adalah sering terjadi. Maka jangan sampai hak politik Anda dihilangkan oleh praktek-praktek semacam ini.

3. Pemilih Ganda
Dalam beberapa pemilu, kadang tim sukses calon menggunakan pemilih siluman atau pemilih berulang kali coblos. Di sini pentingnya saksi dari masing-masing calon, untuk mengecek kualitas tinta, apakah bisa dihilangkan dengan mudah atau tidak (bisa jadi tinta dari KPUD ditukar). Juga mengecek daftar hadir, bahwa yang hadir sesuai undangan atau ada tambahan pemilih dari wilayah lain.

4. Pengrusakan Surat Suara
Praktek ini biasa dilakukan terhadap surat suara dari pihak lawan politik, dirusak misalnya dengan kuku jari ketika membuka lembaran suara. Ini sangat tergantung orientasi politik dari KPPS atau petugas TPS setempat. Setiap orang boleh saja punya sikap politik, tetapi sebagai petugas TPS tidak boleh berbuat curang. Maka tugas saksi maupun warga (penonton) untuk benar-benar mengawasi ketika petugas membuka lembaran surat suara.







5. Manipulasi Hasil Suara

Nah, ini yang sering terjadi, karena manipulasi suara dapat dilakukan di beberapa tahap. Misalnya ketika penghitungan suara di papan selesai dan akan direkap pada formulir C1, ada peluang dimanipulasi angkanya. Maka saksi maupun warga yang menonton mesti perhatikan benar ketika direkap (biasanya di akhir penghitungan energinya sudah capek, konsentrasi berkurang, ini peluang untuk manipulasi). Peluang berikutnya adalah manipulasi ketika penghitungan ulang/rekap ulang di kelurahan. DI sini saksi dari masing-masing calon mesti hadir untuk mengawal prosesnya. Perjalanan berikutnya adalah ketika rekap suara di tingkat kecamatan, kota maupun KPUD, dimungkinkan juga pengurangan atau penambahan suara pada calon tertentu. Tetapi ini bisa diminimalisir ketika setiap saksi memegang C1 atau berita acara maupun mengawal prosesnya sampai ke KPUD.

BAB III
KESIMPULAN
Di indonesia saat ini masih belum menemukan pemimpin bangsa indonesia yang benar-benar bertanggung jawab terhadap rakyat miskin. jadi rakyat indonesia sangat membutuhkan jiwa pemimpin yang dapat membangun negeri indonesia bebas korupsi dan kebocoran APBN.agar bisa menangani masyarakat-masyarakat indonesia yang tidak mampu.dengan presiden yang baru tahun 2014.









Jumat, 30 Mei 2014

biodata lionel messi

Nama Lengkap:Lionel Andres Messi (La Pulga)
Tempat Lahir:Rosario, Argentina
Tanggal Lahir:24 Juni 1987 (26 Tahun)
Kebangsaan:argentina
Klub:barcelona
Posisi:Penyerang
No Punggung:10
Tinggi:169 cm

Lionel Andres Messi lahir di Rosario, Argentina, pada 24 Juni 1987. Pemain tim nasional Argentina bertinggi 169 cm itu saat ini bermain di La Liga bersama Barcelona. Di usianya yang masih 21 tahun, Messi dianggap sebagai salah satu talenta terbaik Argentina.

Mantan pemain legendaris sekaligus pelatih tim nasional Argentina, Diego Maradona, mengatakan bahwa Messi adalah suksesor dirinya. Messi sendiri kerap dibanding-bandingkan dengan pemain yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 itu.

Messi mengawali karir sepak bola profesional pertamanya bersama Barcelona setelah sebelumnya sempat bergabung dengan tim junior Newell's Old Boys. Debut Messi bersama Barcelona adalah pada musim 2004-2005 dan mencatat rekor sebagai pemain paling muda yang bermain dan mencetak gol di La Liga.

Pada musim pertamanya di Barcelona, Messi turut mengantar El Barca menjuarai La Liga, dan musim berikutnya meraih gelar ganda yaitu La Liga dan Liga Champions. Pada musim 2006-2007, Messi mencetak hattrick ke gawang Real Madrid pada pertandingan 'el classico' dan mencetak 14 gol dalam 26 pertandingan.

Di tim nasional Argentina, Messi memenangi gelar juara Piala Dunia Junior 2005 dan pada 2008 menjuarai Olimpiade di Beijing. Bersama Tim Tango senior, Messi melakoni debutnya pada 17 Agustus 2005 saat berusia 18 tahun 54 hari.